oleh

Kanwil DJPb Sultra Mencatat Penerimaan Pajak Capai 1.014 Miliar Rupiah

Sultra.Sultratoday.co.id – Kementrian Keuangan RI Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara (Kanwil DJPb Sultra) menyampaikan, Mobilitas masyarakat Sultra per bulan April 2022 di pasar, pertokoan, apotek, dan pusat transportasi meningkat sehubungan bulan Ramadhan 2022. Jumlah penumpang pesawat meningkat 33,68% dibandingkan bulan Februari 2022, jumlah terebut telah mendekati jumlah penumpang pada bulan Maret 2020. hal ini disampaikan dalam keterangan perssnya, Rabu, (25/05/2022).

Realisasi Belanja Negara mencapai Rp.6.962,54 M atau 31,09% dari pagu APBN.Realisasi ini ditopang dari Belanja Pemerintah Pusat dan TKDD. untuk Realisasi Belanja Pemerintah Pusat sampai dengan bulan April sebesar Rp.1.872,76 M (28,19%) yang terdiri antara lain Belanja Pegawai sebesar Rp.777,72 Miliar (31,26% dari pagu), Belanja Barang sebesar Rp.560,31 M (21,51% dari pagu APBN), Belanja Modal sebesar Rp.531,22 M (34,44% dari pagu APBN), dan Belanja Bansos sebesar Rp.3,49 Miliar (46,01%).

Peningkatan realisasi Belanja Pegawai didorong oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) sebelum momen lebaran. Belanja bansos tumbuh tinggi sebaga wujud dukungan APBN dalam mempertebal perlindungan sosial sebgai dampak kenaikan harga barang dan tekanan inflasi akibat pengaruh global dan ancaman krisis bahan pangan.

Menteri Keuangan telah menyampaikan langkah-langkah strategis pelaksanaan anggaran TA 2022 pada pimpinan K/L yang meliputi 5 (lima) hal, yaitu: (1) Perbaikan Perencanaan; (2) Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan/Proyek; (3) Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa; (4) Percepatan Penyaluran Dana Bansos dan Banper yang tepat sasaran; dan (5) Peningkatan Monitoring dan Efektivitas Belanja.

Kanwil DJPb Sultra telah mengambil langkah strategis dalam rangka percepatan realisasi belanja dan pencapaian output. Melalui ND-75/WPB.28/2022 tanggal 24 Januari 2022 hal Langkah-Langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2022.Bersama KPPN proaktif terus berkoordinasi dengan Satker K/L dan PEMDA dan mendorong agar segera melaksanakan akselerasi belanja dengan mempercepat proses lelang dan pemenuhan dokumen persyaratan lebih awal. Peningkatan kualitas belanja terus ditingkatkan dengan memperbaiki kinerja Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA).

Sementara itu pada Indikator Kualitas Pelaksanaan Aggaran, tercatat penyaluran Dana Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sampai dengan akhir April 2022 mencapai Rp5,08 triliun. Belanja TKDD tumbuh positif ditopang dana Transfer ke Daerah, yaitu realisasi penyaluran DAU yang lebih tinggi akibat peningkatan kepatuhan daerah dalam pemenuhan dokumen. Penyaluran Dana Desa masih rendah karena belum semua daerah mengajukan permohonan salur dan revisi APBDes sesuai PMK 190 tahun 2021.

Kanwil DJPb dan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) terus mendorong Pemda untuk mempercepat penyaluran Dana Desa & BLT Dana Desa dalam rangka memperkuat perlinsos. Berkaitan dengan DAK Fisik, nilai realisasi tahun 2022 masih rendah dikarenakan sampai sekarang sebagian besar Pemda masih melaksanakan proses proses pelelangan kegiatan TA 2022 dan melengkapi laporan capaian output TAYLsebagai syarat salu. Kinerja penyaluran DAK Non-Fisik ditopang oleh perbaikan mekanisme penyaluran Dana BOS & BOP PAUD Dan Kesetaraan langsung ke rekening sekolah dan PKBM serta terus melakukan perbaikan kinerja penyelesaian retur SP2D oleh KPPN.

Realisasi Belanja APBD Prov. Sultra per 28 Februari 2022 sebesar Rp3.367 M didominasi oleh komponen belanja pegawai termasuk di dalamnya telah dilaksanakannya penyaluran THR. Jumlah dana Transfer Ke Daerah Dan Dana Desa (TKDD) yang telah disalurkan oleh Pemerintah Pusat (Pempus) sampai dengan April 2022 kepada RKUD pemda di regional Sultra sebesar Rp.5.089,78 M, namun Dana yang masih mengendap di Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) sebesar Rp.1.722,01 M atau 33,83% dari total transfer.

Belanja pegawai masih mendominasi realisasi belanja daerah di pemda lingkup Sultra yakni sebesar Rp1.788,85 M atau 53,11% dari total belanja. Sedangkan belanja barang, bansos dan belanja modal diharapkan dapat segera dipercepat untuk menjaga momentun pertumbuhan ekonomi yang mulai membaik di Sultra.

Kinerja Pendapatan Tumbuh Tinggi Didukung Semua Komponen

Pendapatan negara melanjutkan kinerja yang baik dari tahun lalu, dan diharapkan berlanjut ke depan, seiring pemulihan ekonomi yang semakin kuat dan implementasi reformasi struktural. Sampai dengan akhir April 2022, pendapatan negara tercapai sebesar Rp1186 Miliar. Pendapatan negara tumbuh 36.02 persen (yoy).

Penerimaan Pajak tercapai sebesar Rp1.014 Miliar, terdapat kenaikan sebesar 40,97% dari penerimaan pajak pada periode tahun 2021 yang sebesar Rp719,34 Miliar. Penurunan signifikan terjadi pada penerimaan PBB sebesar 86,41% dikarenakan pada tahun 2021 terdapat tagihan PBB yang tidak berulang.
Penerimaan Bea dan Cukai per 31 Maret 2022 mencapai Rp89,33 Miliar. Peningkatan terbesar disumbangkan oleh Bea Masuk sebesar Rp89,33 M yang berasal dari peningkatan aktivitas impor barang investasi.

Sementara itu, Realisasi PNBP sampai dengan akhir Maret 2022 mencapai Rp172 Miliar. Peningkatan penerimaan juga terjadi pada sektor PNBP yang berasal dari peningkatan aktivitas pelabuhan, bandar udara, biaya pendidikan, setoran pengembalian belanja modal TAYL, izin keimigrasian, penerbitan surat-surat kendaraan bermotor dan pengesahan pendapatan BLU.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara Jalan Mayjen Sutoyo No 34 Kendari, Sulawesi Tenggara pada telepon (0401) 3127191. Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tenggara menerbitkan publikasi APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) edisi Februari 2022 yang memberikan informasi lebih detil mengenai realisasi pelaksanaan APBN hingga akhir bulan Januari 2022. Publikasi ini memberikan paparan informasi terkini mengenai kinerja, fakta, dan data APBN serta hasil-hasil konkret APBN dari waktu ke waktu termasuk dampaknya terhadap perekonomian. (siaran Perss Kanwil DJPb Sultra).

News Feed